View Single Post
  #9  
Old 09 Apr 2016, 09:55
jualkaos2010's Avatar
jualkaos2010 jualkaos2010 is offline
Tepokbulu Addict
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 4,161
Thumbs up

Ini kasus bukan kemauan negara Jepang. Asosiasinya udah tahu kalau Tago dari dulu sering judi.
Masalah muncul saat Vittingus di dekati oleh "makelar" dan dia langsung buka suara (lagian pemain kelas di dunia di tawarinnya cuman segitu ).
Secara petinggi BWF senegara dengan Vitingus, maka proses pelaporan cepat, mudah dan langsung menuju sasaran. Jadi BWF mulai melakukan proses pemeriksaan apakah ada pemain2 lain yg kemungkinan "bermain" di luar lapangan.

Eh ternyata, ternyata, ada sas sus yang nyampe ke BWF bahwa pemain Jepang kena hukuman disiplin karena judi. Proses penelusuran makin digencarkan dan mencuatlah nama Momota, karena dia adalah juara dunia junior dan calon kuat juara olimpiade. Maka asosiasi Jepang dengan cepat bertindak dan mengambil alih kasus ini.

Tapi tenang mastah. Asosiasi Jepang sepenuhnya ada di pihak pemain. Momota pasti akan dibela habis habisan. Sementara akan ada tumbal yang harus dikorban kan. Tumbal pertama sudah jatuh, namanya "Jepang". Asosiasi Jepang bertindak sebagai tameng buat pemainnya, mencegah BWF mengambil alih kasus dan berusaha keras supaya BWF tidak ikut campur dengan dalih, ini juridiksi negara Jepang, tidak ada sangkut paut dengan tepokbulu.

Tumbal kedua akan segera jatuh, tentunya bukan Momota. Kasus akan di buat sulit dan panjang, mengulur waktu supaya Rio cepat tiba dan Momota bisa meraih medali. Setelah itu baru Momota akan menjalanin hukuman ringan.
Reply With Quote